Sumsel

3 Alasan Mengapa Gorengan Selalu Terasa Enak, dari Tekstur hingga Nostalgia

Maman Suparman | 15 Juli 2025, 09:59 WIB
3 Alasan Mengapa Gorengan Selalu Terasa Enak, dari Tekstur hingga Nostalgia

AKURAT.CO SUMSEL Tidak bisa dipungkiri, gorengan seperti bakwan, tempe, tahu isi, hingga pisang goreng selalu punya tempat di hati masyarakat Indonesia.

Baik sebagai teman minum kopi, camilan sore hari, hingga makanan pelengkap saat kumpul keluarga, gorengan seolah tidak pernah salah.

Namun, apa sebenarnya yang membuat gorengan terasa begitu enak dan digemari lintas generasi? Berikut tiga alasan utama mengapa gorengan sulit ditolak:

1. Tekstur Renyah di Luar, Lembut di Dalam

Rahasia pertama ada pada tekstur. Proses menggoreng dengan minyak panas menciptakan kulit luar yang renyah dan garing, namun tetap mempertahankan kelembutan isi di dalam.

Sensasi kontras ini membuat setiap gigitan menjadi pengalaman yang memuaskan.

2. Aroma Menggoda yang Sulit Diabaikan

Coba saja lewat di depan gerobak gorengan aromanya saja sudah cukup menggoda. Proses penggorengan menghasilkan wangi khas dari tepung yang bercampur bawang putih, daun bawang, dan rempah-rempah lainnya.

Wangi ini membangkitkan selera makan siapa pun, bahkan dari jarak beberapa meter.

Aroma tersebut terbukti secara ilmiah bisa meningkatkan nafsu makan. Tak heran banyak orang tiba-tiba lapar begitu mencium harumnya bakwan yang baru diangkat dari wajan.

3. Punya Nilai Nostalgia dan Kearifan Lokal

Selain rasa, gorengan punya kekuatan emosional yang mengikat. Bagi banyak orang, gorengan mengingatkan pada masa kecil makan sore di rumah nenek, jajan di depan sekolah, atau camilan murah saat nongkrong bersama teman.

Gorengan juga mudah diakses dan dibuat oleh siapa saja, mencerminkan kehangatan dan kearifan lokal.

Setiap daerah punya variasi khas, seperti ote-ote di Jawa Timur, bala-bala di Jawa Barat, atau pempek goreng di Palembang.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia