Sumsel

Sinetron Klasik Tahun 2000-an, Bikin Nostalgia dan Rindu Masa Kecil

Maman Suparman | 17 Mei 2025, 09:00 WIB
Sinetron Klasik Tahun 2000-an, Bikin Nostalgia dan Rindu Masa Kecil

AKURAT.CO SUMSEL Bagi generasi 90-an dan awal 2000-an, sinetron Indonesia era tersebut bukan sekadar tontonan, tapi bagian dari kenangan masa kecil yang penuh warna.

Dari cerita keluarga yang menguras air mata hingga drama remaja yang menggemaskan, sinetron tahun 2000-an kini kembali ramai dibicarakan di media sosial karena mampu membangkitkan rasa nostalgia.

Judul-judul seperti Tersanjung, Si Cecep, Kepompong, hingga Bawang Merah Bawang Putih sukses menjadi ikon yang melekat di hati penonton.

Dengan alur cerita sederhana namun menyentuh, ditambah soundtrack yang memorable, sinetron-sinetron ini punya tempat istimewa di hati penggemarnya.

Salah satu sinetron yang paling diingat adalah Tersanjung, yang tayang selama bertahun-tahun dan menjadi simbol drama keluarga dengan segala konflik dan lika-liku.

Baca Juga: Jelang Sidang Gugatan Ijazah Palsu, Jokowi Tawarkan Bantuan Hukum Kepada Kasmudjo

Tak kalah ikonik, Kepompong menjadi favorit remaja karena menggambarkan persahabatan dan kehidupan anak muda dengan gaya yang ringan dan menghibur.

Kini, banyak klip sinetron lawas bertebaran di TikTok dan Instagram, bahkan beberapa stasiun TV dan platform streaming mulai menayangkan ulang sinetron-sinetron tersebut.

Hal ini membuat banyak penonton ‘kembali’ ke masa-masa di mana pulang sekolah identik dengan duduk manis di depan TV sambil menikmati kisah sinetron favorit.

Tak hanya menghibur, sinetron tahun 2000-an juga dianggap sebagai cerminan budaya pop Indonesia pada zamannya, lengkap dengan gaya berpakaian, dialog khas, dan tren anak muda kala itu.

Kalau kamu generasi 2000-an, sinetron mana yang paling bikin kamu rindu?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia